Jumat, 30 November 2012

Pengaruh Islam Dalam Kesusastraan Arab



BAB I
PENDAHULUAN
a.    Latar Belakang
Kajian tentang sastra adalah suatu kajian yang pelik dan rumit, hal ini selalu diungkapkan oleh orang-orang yang belum mengenal seluk beluk kesusastraan. Pertanyaan di atas dapat dikatakan benar karena bahasa yang terangkai dalam hasil karya sastra, kebanyakan bukanlah bahasa lugas, yang dapat dimengerti langsung oleh khalayak pembaca atau pendengar sesuai dengan buah pikiran si pengarang atau penyair.
Sastra Arab erat sekali hubungannya dengan bahasa Arab, karena bahasa arab ia sebagai jalan satu-satunya untuk memahami sastra arab tersebut.
       Al-Qur’an dan Hadits Nabi sebagai sumber dari agama Islam dan peradaban Islam adalah seratus persen bernilai sastra yang tidak dapat diresapi kandungan maksudnya sedalam-dalamnya kecuali dengan pengetahuan cukup tentang sastra Arab.
       Islam datang  dengan risalah yang dibawa Rasulullah, islam sangat membawa pengaruh yang besar kepada bangsa Arab dalam semua aspek, tak terkecuali aspek kesusastraan. Oleh karena itu, kami team penyusun akan membahas secara mendetail tentang pengaruh Islam pada kesusastraan Arab.
b.   Tujuan
Adapun tujuan penyusun memabahas pembahasan ini, ialah sebagai berikut ;
1.      Menguraikan pengaruh Islam terhadap kesusastraan Arab
2.      Mengetahui perubahan-perubahan karya sastra Arab dari Sebelum Islam datang hingga Islam datang.
3.      Menambah khazanah pengetahuan terhadap kesusastraan Arab.
c.    Rumusan Masalah
Dalam penyusunan makalah ini , terdapat beberapa rumusan masalah yang diperoleh dar beberapa pertanyaan berikut;
1.      Apa itu kesusastraan Arab?
2.      Apa saja pengaruh Islam terhadap kesusastraan Arab?
BAB II
PEMBAHASAN
1.    Tentang Kesusastraan Arab
Perlu diketahui, bahwa kesustraan Arab ialah pengetahuan yang mempelajari bangsa Arab ditinjau dari segi hasil karya sastranya, baik dari segi prosa maupun puisinya.[1] Jadi dalam pembahasan ini karya satra arablah yang menjadi kajian objeknya.
Secara garis besar, karya sastra arab itu terbagi menjadi lima periode. Dalam setiap periode karya sastra Arab mengalami perubahan, hal ini dipengaruhi oleh kondisi sosial politik pada setiap masanya, dan hasil karya tersebut merupakan cerminan yang menggambarkan keadaan bangsanya.
Adapun periodisasi kesusastraan arab ialah sebagai berikut;
-          Kesusastraan masa Jahiliyyah
Masa ini dimulai dari satu setengah abad atau dua abad sebelum Islam sampai munculnya Islam.[2]  Pada periode ini  merupakan periode pembentukan dsasr-dasar bahasa arab. Terdapat kegiatan-kegiatan yang dapat membantu perkembangan bahasa Arab, yakni suq (pasae) Ukaz, Zu al-Majaz, dan Majannah yang didalamnya terdapat kegiatan festival dan lomba kesusastraan Arab antar suku yang datang ke Mekkah, dan membentuk kesusastraan yang baku.[3]
-          Kesusastraan masa Islam
Masanya mulai lahir agama Islam sampai daulat bani Umayyah. Terjadilah perpindahan orang-orang Arab ke daerah-daerah baru, mereka tinggal dan menetap di tengah-tengah penduduk asli. Sehingga mulailah terjadi pembauran yang memperkuat kedudukan bahasa Arab.[4]
-          Kesusastraan masa Umayyah
Dimulai pada permulaan beridirinya Daulah Umayyah sampai awal daulah Abasiyyah.[5]
-          Kesusastraan masa Abbasiyyah
Mulai pada awal berdirinya daulah Abbasiyyah sampai Baghdad runtuh akibat serangan Mongol.
-          Kesusastraan masa Turki
Masa ini dimulai dari runtuhnya kota Baghdad sampai timbulnya kebangkitan bangsa Arab di abad Modern.[6]
-          Kesusastraan abad Modern
Pada akhir abad XVIII ketika bangsa Arab di bawah pemerintahan Daulat Usmaniyah keadaannya sangat lemah. Bangsa  Eropa datang berekspansi ke Timur Tengah dengan alasan penyebaran ilmu pengetahuan dan perdagangan.[7]
Timbulnya kesusastraan modern ditandai dengan timbulnya rasa nasionalisme bangsa Arab di abad/modern sampai sekarang.
Di zaman permulaan islam, keadaan orang-orang arab sangat terkejut dengan kedatangan islam. Karena pada dasarnya bangsa arab belum pernah terbayangkan akan lahir suatu agama yang bisa merubah seluruh tatanan kehidupan mereka baik kehidupan sosial, politik, kesusastraan dan kepercayaan yang telah diwariskan oleh nenek moyangnya sejak berabad-abad yang lalu. Apalagi ajaran Islam ini sangat bertolak belakang dengan adat istiadat arab pada masa itu. Oleh karena itu, tidaklah heran Nabi selalu mendapatkan tantangan yang besar ketika ia menyampaikan risalah islam.[8]
Adapun karya kesusastraan arab meliputi puisi, prosa (khutbah, ktabat rasa’il,[9] washiyyat, hikmat, matsal, qishah, saj’u kuhhan
.
2.    Pengaruh Islam Terhadap Kesusastraan Arab
Islam datang membawa pengaruh yang besar terhadap kemajuan bangsa arab diberbagai aspek baik agama, ekonomi politik seni dan budaya maupun keadaan sosial bangsa Arab sendiri. Islam lahir pada awal abad VII Masehi yang dirisalahkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Pra Islam datang, mayoritas kehidupan bangsa Arab ialah penganut berhala. Namun, setelah islam datang semangat persaudaraan dan nilai-nilai ukhuwwah diperkenalkan sengan mengusung persatuan.[10]
Menurut Al Muhdhar dan Arifin, perubahan yang timbul dalam kesusastraan Arab Jahilyyah sesudah lahirnya agama Islam disimpulkan menjadi tiga hal ;[11]
1)      Penghapusan sebagian corak kesusastraan Arab Jahiliyyah.
2)      Menciptakan suatu corak baru yang sesuai dengan Islam
3)      Mengembangkan sebagian corak lama yang sesuai dengan Islam
Corak baru yang dibawa Islam ialah timbulnya macam-macam cabang tata peraturan dan undang-undang baik dalam syari’at Islam  maupun di bidang bahasa sendiri seperti timbulnya Ilmu Balaghah, Ilmu Nahwu, dan Ilmu Arudh, dsb. Sedangkan corak yang dihapus oleh Islam yaitu puisi-puisi yang berupa mantra yang digunakan oleh dukun.
Namun, ada juga corak yang lama dan dikembangkan oleh Islam yakni di bidang sya’ir dan khutbah, karena keduanya sangat berkontribusi dalam membantu perluasan dakwah Islam kepada sekalian bangsa Arab, karena bangsa arab sangat senang dengan kedua corak ini.[12]
Selain faktor-faktor tiga hal tadi, masih ada beberapa pengaruh yang dibawa oleh Islam terhadao kesusastraan Arab, diantaranya ialah sbb;
2.1. Penyair-Penyair Jahiliyyah Memeluk Agama Islam
Ketika Islam datang dengan risalah yang dibawakan oleh Rasulullah SAW. Banyak penyair-penyair ternama Jahiliyyah yang memeluk agama Islam, karena keyakinan yang bulat dan bahkan menjadi pembela Rasul yang setia. Di antara penyair tersebut ialah ;
-          Hasan bin Tsabit, dia merupakan penyair yang sangat termasyhur pada zaman Rasulullah. Isi dan gaya sya’irnya berbeda sekali sebelum ia memeluk agama Islam. Datangnya Islam telah banyak mempengaruhi dan menginspirasi baru ke dalam sya’ir-sya’irnya.[13] Sehingga, berbeda tema puisi-puisinya antara sebelum ia masuk Islam dan sesudah ia masuk Islam. Adapun puisi ketika ia belum masuk Islam ialah madah, fakhr, hija’ dan ghazal , sedangkan tema puisi setelah masu Islam ialah madah, hija’, ritsa, dan i’tidzar.[14] Adapun contoh salah satu syairnya ialah :
و أحسن منك لم تركت عيني     *    و أجمل منك لم تلد النساء
Yang lebih bagus dari padamu, tiada pernah mataku melihat.
Yang lebih cantik dari padamu tiada pernah dilahirkan wanita.[15]
-          Ka’ab bin Zuhayr, tema puisi pada masa jahilyyah yaitu fakhr, hija’, dan ghazal serta wasf. Adapun pada permulaan islam puisinya bertemakan madah, hija’, ghazal, himat dan nasehat.[16]
-          Hutai’ah, pada dasarnya tema-tema puisi beliau antara pra islam dan sesudah islam itu sama, yakni hija’, madah, ghazal, wasf, hanya saja pada Zaman Permulaan Islam ditambah dengan tema isti’thaf dan i’tidzar.[17]
2.2. Semakin Meluas Perbendaharaan Bahasa Arab
Seperti yang kita ketahui, bahwasnya bahasa Arab itu adalah alat komunikasi yang dipakai oleh muslim. Sempit dan luasnya perbendaharaan bahasa itu tergantung  pada luasnya pengalaman si pemakai bahasa tersebut. Jika si pemakai bahasa itu sangat luas pengalamannya maka bahasanyapun ikut bertambah perbendaharaan kata-katanya. Dan terbukti pada bahasa Arab, dulu pada masa Jahiliyyah bahasa Arab sangatlah terbatas pemakainnya hanya pada kehidupan sehari-hari saja. Nemun, setelah  Islam berkembang  maka pemakainnya juga makin bertambah. Sebab dalam islam terdapat syari’at-syari’at seperti shalat. Puasa, haji, dan sebagainya  yang semuanya itu bisa menambahluaskan perbendaharaan bahasa Arab.[18]
2.3. Bahasa Arab Bertambah Halus     
Jika kita amati keberadan bahasa Arab pada masa Jahiliyyah, itu sangat berbeda dengan ketika Islam datang. Bahasa Arab pada masa jahiliyyah itu sangatlah kasar, karena pada dasarnya watak dan tabiat bangsa Arab itu keras terutama pada masa Jahiliyyah.[19]
Tapi setelah islam lahir, mereka telah banyak mengambil tata cara penyusunan kalimat dalam kitab suci al-Qur’an yang telah diakui kehalusan kalimatnya dan ketinggian sastranya. Selain itu seluruh ajaran yang terdapat dalam kitab suci al-Qur’an itu sendiri sangat agung. Sehingga mereka banyak yang mengaguminya walaupun mereka itu tidak mau mengikuti ajarannya.[20]

2.4. Perubahan Tema-tema Karya Sastra Arab
 Tema-tema karya sastra pada zaman Islam megalami perubahan dari zaman sebelumnya, yaitu zaman Jahiliyyah, pada zaman jahiliyyah para penyair membuat puisi dengan berbagai tema, sperti ; madah, hija’ fakhr, hamasah , ghazal, i’tidzar, ritsa, dan washf. Dengan datangya Agama Islam tentu saja tema tersebut berubah dikarenakan situasi mereka juga berbeda.
Tema-tema Zaman Jahiliyyah ada juga yang masih dipakai pada zaman Permulaan Islam, seperti;
-          Al-Washf, tapi deskripsinya tidak lagi menggambarkan tentang minuman keras, judi, tempat-tempat minum, melainkan segala sesuatu yang termasuk dalam kategori yang dhiaramkan.
-          Alghazal, tidak mendeskripsikan hal yang negatif, melainkan dari segi akhlak yang mulia.
-          Al-fakhr, tidak menggambarkan kebanggan terhadap keturunan.
-          Al-madahu, bukan pujian-pujian yang berlebihan.
-          Al-hija’, bukan cemoohan yang jelek dan yang menyebarkan permusuhan dalam masyarakat.
Selain yang diatas ada juga tema yang lebih banyak digunakan pada permulaan Islam. Yakni tema  Ritsa, yaitu ratapan tehadap para syuhada yang wafat dalam perjuangan menyebarkan agama Islam. Adapun tema baru yang dimunculkan pada permulaan Islam ialah tema dakwah Islam. Yang menggambarkan tentang Agama Islam, Nabi, Shahabat, Khalifah, akhlak, jihad, dll.[21]
Adapun dari segi prosa, pada zaman Jahiliyyah ada 6 jenis prosa, yaitu Khutbah, Wasiat, Hikmat, dan Matsal, Qishah, dan Saj’u kuhhan.  Sedangkan pada masa Islam ini hanya ada 2 yang disebut, yaitu khuthbah dan kitabat rasail.[22]
2.5.Bertambah Tinggi Nilai-nilai Sastranya
Bangsa arab zaman Jahiliyyah sangat mendambakan ketinggian nilai sastra , sebab mereka mempunyai gairah sangat besar sekali terhadap yang dihasilkan oleh seorang penyair.merka selalu mengadakn perlombaan syair pada setiap tahun untuk menentukan syair siapakah yag paling baik nilai sastranya pada tahun itu.[23] Utnuk mengalahkan keahlian mereka, dan menghindari mereka dari kesombongan sengaja Allah menurunkan mukjizat-Nya berupa Al-Qur’an sebagai standar bahasa. Adapun maksud kemukjizatan Al-Qur’an bukan berarti melemahkan manusia, akan tetapi untuk menjelaskan kepada manusia akan kebenaran kitab Al-Qur’an dan Rasul yang membawanya adalah Rasul yang benar.[24]
Salah satu petikan keagungan Al-Qur’an dapat dilihat dalam firman-Nya yang artinya : Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain."[25]


BAB III
PENUTUP
a.      Kesimpulan
-          Kesustraan Arab ialah pengetahuan yang mempelajari bangsa Arab ditinjau dari segi hasil karya sastranya, baik dari segi prosa maupun puisinya. Secara garis besar, karya sastra arab itu terbagi menjadi lima periode, yaitu; zaman Jahiliyyah, zaman Islam, zaman Umayyah, zaman Abbasiyyah, zaman kerajaan Turki dan zaman Modern.
-          Perubahan yang timbul dalam kesusastraan Arab Jahilyyah sesudah lahirnya agama Islam disimpulkan menjadi tiga hal ;
4)    Penghapusan sebagian corak kesusastraan Arab Jahiliyyah.
5)    Menciptakan suatu corak baru yang sesuai dengan Islam
6)    Mengembangkan sebagian corak lama yang sesuai dengan Islam
Namun, secara detailnya ialah ;
1.      Banyak penyair-penyair jahiliyyah yang masuk Islam.
2.      Perbenaharan bahasa arab semakin meluas.
3.      Bahasa Arab semakin Halus
4.      Tema-tema karya sastranya berubah
5.      Nilai sastranya semakin tinggi.



[1] Yunus Ali Al Muhdar dan Bey Arifin, Sejarah Kesusastraan Arab, (Surabaya : Bina Ilmu, 1983), hlm. 11.
[2] Males Sutia Sumarga, Kesusastraan Arab : Asal Mula dan Perkembangannya, (Jakarta : Zikrul Hakim, 2000), hlm. 5.
[3] Khairawati, Pengaruh Islam Terhadap Kesusastraan Arab (Karya Ilmiah), (USU Repository), hlm. 3.
[4] Ibid.
[5] Males Sutia Sumarga,  Lok. Cit.
[6] Yunus Ali Al Muhdar dan  Bey Arifin, Op. Cit., hlm. 25.
[7] Khairawati, Op. Cit. hlm. 4.
[8] Yunus Ali Al Muhdar dan  Bey Arifin, Op. Cit., hlm. 78,
[9] Berkembang pada masa islam  sedangkan selainnya itu berkembang pada masa jahiliyyah.
[10] Khairawati, Lok. Cit.
[11] Yunus Ali Al Muhdar dan  Bey Arifin, Op. Cit., hlm. 82.
[12] Ibid.
[13] Khairawati, Op. Cit., hlm. 5.
[14] Males Sutia Sumarga,  Op. Cit., hlm. 49.
[15] Khaawati. Lok. Cit.
[16] Males Sutia Sumarga,  Lok. Cit.
[17] Ibid.
[18] Yunus Ali Al Muhdar dan  Bey Arifin, Op. Cit., hlm. 83.
[19] Khairawati, Op. Cit., hlm. 8.
[20] Yunus Ali Al Muhdar dan  Bey Arifin, Op. Cit., hlm. 84.
[21] Males Sutia Sumarga,  Op. Cit., hlm. 50.
[22] Ibid., hlm. 51.
[23] Yunus Ali Al Muhdar dan  Bey Arifin, Lok. Cit.
[24] Khairawati, Op. Cit., hlm. 9.
[25] Q.S. Al-Isra’ ayat 88.

0 komentar:

Poskan Komentar