Jumat, 05 April 2013

RESENSI SKRIPSI “Al-Mubtada bin Nakiroh wa Faa’idatuhu fi Surah Ali-‘Imran”


“Al-Mubtada bin Nakiroh wa Faa’idatuhu fi Surah Ali-‘Imran”
Karya : Hulaelatun Nufus
Oleh : Abdul Aziz (NIM : 1211502001)

-         Judul Skripsi
: “Al-Mubtada bin Nakiroh wa Faa’idatuhu fi Surah  Ali-‘Imran”
-         Penulis
: Hulaelatun Nufus
-         Halaman
: 74
-         Keterangan
: Skripsi Terdapat di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Fakultas Adab Dan Humaniora, Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Tahun 2007


Skripsi ini merupakan karya skripsi yang meneliti salah satu surat dalam al-Qur’an yakni Ali ‘Imran. Dalam bahasan skripsi ini penulis sengaja
mengambil tema yang fokus pada kajian Ilmu Nahwu, yakni pada pembahasan mubtada yang berbentuk isim nakiroh, karena menurut penulis sendiri kajian dalam penelitian ini merupakan fenomena yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif  yakni peneliti membaca, menelaah dan menganalisis ayat-ayat dalam surat Ali ‘Imran tersebut. Memang pada dasarnya mubtada itu harus berbentuk makrifat. Namun bisa berbemtuk nakirah jika memiliki faedah yang tertentu, dan hal ini perlu kajian mendalam terutama dalam al-Qur’an.
Ada beberapa kelebihan yang dimiliki oleh skripsi ini, salah satunya ialah terperincinya pembahasan dengan detail dari pengertian mubtada, jenisnya, hukum-hukum mubtada, sebab terjadinya mubtada nakiroh, dll. Semuanya dijelaskan secara rinci. Dan pembahasan ini patut kita telaah karena saat ini sudah jarang peneliti yang meneliti kajian-kajian dalam al-Qur’an, apalagi dalam skripsi ini mengkaji kebahasaan sehingga nantinya kita sebagai pembaca akan tahu dan memahami kandungan surat Ali ‘Imran. Seperti yang telah dikatakan bahwa penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang mana kajiannya hasil dari telaah dan analisis yang dilakukan oleh penulis tersebut. Jadi, memudahkan bagi pembaca untuk memahami skripsi tersebut. Gaya bahasa yang digunakan sangat mudah untuk dibaca sehingga pembaca tak perlu berulang-ulang membuka kamus.
Sangat sukar untuk menemukan kekurangan yang ada pada skripsi ini, tentunya skripsi ini telah disusun sedemikian  apik dengan cara yang komprehensif dan di revisi berulang-ulang. Namun, ada beberapa kekurangan yang terdapat dalam skripsi ini, diantaranya  yaitu dalam mendefinisikan mubtada, dalam skripsi ini tidak ditemukan definisi yang khusus didefinisikan oleh penulis, yang ada hanya kutipan para ahli saja. Dalam segi penulisan terdapat beberapa tulisan yang tidak konsisten, misalnya;  penulisan sya’ir atau nadhom ada yang memakai rata tengah (center) sedangkan yang lainnya memakai rata justify. Sangat disayangkan penulisan harakat memakai pena yang dilakukan oleh penulis dalam beberapa ayat al-Qur’an mengurangi keindahan skripsi ini. Dan juga mengenai penulisan kata asing, disini ditemukan ketidakkonsistenan seperti penulisan “syntax” yang tidak italic, namun penulisan kata “deskriptif” memakai huruf italic. Disamping itu, banyak bahasan yang telah dibahas dalam mukaddimah, namun pada BAB II pembahasan tersebut dibahas kembali, seperti pembahasan tentang definisi mubtada dan pembahasan tentang diperbolehkannya mubtada dengan nakiroh.
Namun, di sisi lain skripsi ini memang sangat layak untuk kita fahami, telaah dan analisis, khususnya bagi mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab.
                                                                                                             

0 komentar:

Poskan Komentar