Jumat, 19 Desember 2014

TERJEMAH IDIOMATIK

TERJEMAH IDIOMATIK
Oleh :
Abdul Aziz, Wida Syadiah, Maesaroh Nurbayani, Neneng Mardhiyah
a.   Pengertian Idiom
Kata “Idiom” berasal dari bahasa Belanda yakni idiom, bahasa Latin : Idioma, yang keduanya berarti “properti khusus”, juga berasal dari bahasa Yunani yakni δίωμα “ungkapan khusus”[1]. Kata Idiom dalam bahasa Arab menurut Ali, Muhdlor, sebagaimana yang dikutip oleh
Arifa dan Irfan menggunakan istilah “ta’bir ishtilahiy” dan menurut Ba’albaki “’ibaaroh ishthilahiyyah”[2].
Secara istilah adalah ekspresi, kata, atau frasa dengan makna kiasan yang dipahami dalam kaitannya dengan penggunaan umum bahwa ekspresi yang terpisah dari arti harfiah atau definisi dari kata-kata yang dibuat[3]. Sedangkan menurut Ba’albaki idiom ialah ungkapan yang memiliki makna yang mana tidak akan mungkin difahami secara kata-perkata saja[4]. Dengan artian bahwa idiom merupakan kata atau frasa yang diterjemahkan dengan terlebih dahulu melihat konteks dan padanan dalam bahasa sasaran.
b.   Penerjemahan Idiom berdasarkan Diagram V Newmark
Ada dua metode penerjemahan berdasarkan Diagram V Newmark, yaitu[5]:
1.   Penerjemahan yang lebih berorientasi pada bahasa sumber
Metode ini menitik beratkan pada upaya penerjemahan dengan setepat-tepatnya makna konstektual si penulis, walaupun ditemukan hambatan sintaksis dan semantik. Adapun yang termasuk dalam metode ini ialah sebagai berikut[6]:
a)   Penerjemahan kata demi kata (Word For Word Translation)
Contoh  : أمس رجع علي عن الجامعة
Terjemahnya ialah telah pulang Ali dari kampus kemarin
b)  Penerjemahan Harfiah (Literal Translation)
Contoh  : عُنُقِكَ إِلَى وَلَاتَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً
“Janganlah biarkan tanganmu terbelenggu pada lehermu”. Membuat tangan terbelenggu pada leher berarti "kikir".
c)  Penerjemahan Setia (Faithful Translation)
            Contoh :  الرَّمَاد  كَثِيْرُ هُوَ
            Jika diterjemahkan dengan penerjemahan setia, maka hasil terjemahannya adalah ia adalah seorang yang dermawan karena banyak abunya. Dari terjemahan ini terlihat bahwa penerjemah berupaya untuk tetap setia pada bahasa sumber, meskipun sudah terlihat ada upaya untuk mereproduksi makna kontekstual.
d) Penerjemahan Semantik (Semantic Translation)
            Contoh: الرَّمَاد  كَثِيْرُ هُوَ
     Apabila diterjemahkan secara semantik maka hasil terjemahannya adalah dia seorang yang dermawan.

2.   Penerjemahan yang lebih berorientasi pada bahasa sasaran
Pada metode ini, penerjemah berusaha menerjemahkan dengan hasil yang relatif sama dengan apa yang dimaksudkan oleh penulis terhadap pembaca versi bahasa sasaran. Ada empat macam yang termasuk dalam metode ini, yaitu[7]:
a)      Saduran (Adaptation)
Contoh: Mumpung pandangan sembulane, Mumpung jembar kalangane
Penerjemahan tersebut di atas, dapat diadaptasikan ke dalam bahasa Arab sebagai berikut:
حِيْنَمَا أَنَارَنَا بَدْرُنَا
b)      Penerjemahan Bebas (Free Translation)
Contoh:  الْوَجْهُ الجَدِيْدُ عَاصِمَهُ أَلْمَانِيَا
Terjemahnya: Pembaruan wilayah pemerintahan ibu kota baru (lama) Jerman-Berlin.)
c)      Penerjemahan Idiomatik (Idiomatic Translation)
             Contoh: اليد العليا خير من اليد السفلى
Terjemahannya bisa: Memberi lebih baik dari pada menerima. Beberapa pakar kaliber dunia seperti Seleskovits menyukai metode ini karena terjemah metode inidianggap hidup dan alami.
d)     Penerjemahan Komunikatif (Communivative Translation)
Contoh: الْحَيُّ الْمَنْوِي
Diterjemahkan: "Spermatozoon" untuk para ahli biomedik, tetapi untuk khalayak pembaca yang lebih umum diterjemahkan dengan "Air Mani".
c.       Macam-macam Idiom
Menurut Kridalaksana dalam Imamuddin sebagaimana dikutip oleh Arifa dan Irfan bahwa macam-macam idiom berdasarkan konstruksi yang membentuknya bisa berupa[8]:
a.       Konstruksi dari unsur-unsur yang saling memilih masing-masing anggota mempunyai makna yang ada, hanya karena bersama yang lain. Pengertian ini mengacu pada gabungan kata dengan kata tambahan seperti kata: قام yang bermakna "berdiri", ketika kata ini bergabung dengan preposisi ب yang bermakna "dengan" dan menjadi قام بِ  bukan bermakna "berdiri dengan" tetapi bermakna "melakukan".
b.      Kontruksi yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna anggota-anggotanya. Pengertian ini mengacu pada gabungan kata dengan kata lain seperti kata سيد yang bermakna "tuan” ketika bergabung dengan  الأيام yang bermakna "hari" lalu menjadi سيد الأيام  maknanya bukan tuannya haritetapi “hari jum’at”
c.       Ungkapan yang bisa diterjemahkan dengan penerjemahan para frase atau pengungkapan bebas mutlak atau dapat menggunakan ungkapan bahasa sasaran yang selaras. Seperti menterjemahkan peribahasa metafora, bahasa adat atau yang lainnya. Dengan demikian penerjemahan peribahasa atau ungkapan tak perlu diterjemahkan secara harfiah, karena mungkin ungkapan tersebut tidak lazim pada bahasa sasaran, tetapi bisa dicarikan padanannya dalam bahasa sasaran atau cukup maksudnya saja.
Contoh : لَاتُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنّاسِ
      Terjemahan harfiah “Janganlah kamu palingkan pipimu dari manusia”. Ungkapan “memalingkan pipi” dalam bahasa Indonesia tidak lazim, maka ungkapan yang biasa dipakai adalah “memalingkan muka”.
d.      Teknik Menerjemahkan Secara Idiomatik
     Choliludin mengurutkan bagaimana menerjemahkan secara idiomatik sebagai berikut[9]:
1.   Identifikasi Kalimat
2.   Analisis Kalimat, pastikan anda sudah mengetahui mana subjek, predikat, objek, dan  keterangan dari kalimat tersebut.
3.   Pastikan bahwa pesan dari kalimat sumber sudah ditangkap, salah satunya dengan cara menandai bagian utama dari suatu kaalimat, yaitu subjek, predikat, objek atau komplemennya.
4.   Susun kembali kalimat jika tidak searah.



DAFTAR PUSTAKA

Arifa, Zakiyah & Syarifuddin Irfan, http://www.academia.edu/2296743/IDIOM_DALAM_BAHASA_ARAB_DAN_PENERJEMAHANNYA, diakses pada Senin, 30 September 2013, pkl 19:34 WIB.
Choliludin. 2007. The Technique of Making Idiomatic Translation. Jakarta: Visipro. http://www.englishindo.com/2011/03/teknik-menerjemahkan-secara-idiomatik.html, diakses pada Kamis, 03 Oktober 2013, pkl 02:00 WIB.
http://id.wikipedia.org/wiki/Idiom, diakses pada Selasa, 01 Oktober 2013, pkl 11:21 WIB.
http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/2011/12/metode-penerjemahan.html, diakses pada Rabu, 2 Oktober 2013, pkl. 10:35 WIB.




[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Idiom, diakses pada Selasa, 01 Oktober 2013, pkl 11:21 WIB.
[2]Zakiyah Arifa & Syarifuddin Irfan, http://www.academia.edu/2296743/IDIOM_DALAM_BAHASA_ARAB_DAN_PENERJEMAHANNYA, diakses pada Senin, 30 September 2013, pkl 19:34 WIB.
[4]Zakiyah Arifa & Syarifuddin Irfan, Loc. Cit.
[5] Ibid.
[6] http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/2011/12/metode-penerjemahan.html, diakses pada Rabu, 2 Oktober 2013, pkl. 10:35 WIB.
[7] Ibid.
[8] Zakiyah Arifa & Syarifuddin Irfan, Loc. Cit.
[9] Choliludin. 2007. The Technique of Making Idiomatic Translation. Jakarta: Visipro. http://www.englishindo.com/2011/03/teknik-menerjemahkan-secara-idiomatik.html, diakses pada Kamis, 03 Oktober 2013, pkl 02:00 WIB.

0 komentar:

Poskan Komentar