Sabtu, 26 Januari 2013

ANALISIS KAMUS “AT-TAUFIQ”

Identitas Kamus
ü  Nama Kamus : At-Taufiq
ü  Pengarang       : H. Taufiqul Hakim
ü  Penerbit           : Darul Falah
ü  Kota Terbit      : Jepara
ü  Tahun Terbit    : 2004
ü  Halaman          : 590 Halaman
Deskripsi Kamus
            Kamus At-Taufiq merupakan hasil karya  H. Taufiqul Hakim pengasuh pondok pesantren  Darul Falah, Bangsri, Jepara. Kamus ini berbeda dengan kamus-kamus yang lainnya, karena kamus ini memuat tiga Bahasa. Yakni, Arab- Jawa –Indonesia sehingga panatas kamus ini dijuluki oleh KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) dengan julukan Kamus Santri.
            Kamus ini merupakan kelanjutan bagi para pelajar yang mempelajari Amsilati (metode cara cepat membaca kitab kuning). Namun, bisa juga digunakan oleh khalayak umum, terutama kalangan santri. Kata-kata dalam kamus ini diambil dari kata-kata yang ada dalam kitab Fath Al-Mu’ien. Selain itu, dalam kamus ini terdapat istilah-istilah yang ada dalam ilmu fiqih, seperti singkatan-singkatan ulama dalam istilah fiqih,  ع ش :Ali Syubromilsyi (Nuruddin abu Dilya’ Ali bin Ali), kurun-kurun ulama, السلف ¸الخلف. Bentuk-bentuk shighat tar jih, الأوجه    : Wajah yang paling shahih.  Dan kamus ini juga merupakan intisari dari kamus-kamus besar sperti kamus Munwir.
            Pada dasarnya, kamus ini masih dalam proses Revisi, dalam artian belum dicetak dan disebar luaskan. Hanya sebatas untuk kalangan sendiri.

Cara Penggunaan
1.      Pencarian Kata
Dalam mencari kata menurut penulis ada beberapa kriteria berikut :
-          Tentukan wazan jika kita mencari kata yang terdapat huruf tambahannya, baik berupa ال, ون, ين, ان dll.
Contoh : المسلمون, huruf tambahannya ialah ال  dan ون  terus dibuang, maka jadinya  مسلمberwazan مفعلز
-          Tentukan fa’ fiil, ain dan lam fiilnya. Jadi سلم.
-          Masdar dalam kamus ini dibaca dengan dlammatain, agar mempermudah pengguna untuk mencar dalam kamus dan juga tidak semua masdar menjadi maf’ul muthlak.
Contoh kata : النصر  cara mencarinya ال dibuang, maka tinggal نصر. Dicari dalam kamus dalam kata : نصر ينصر نصر, maka ketemunya masdar yaitu نصر (diberi ال) menjadi النصر. Bila masdar dibaca نصرا, maka anak merasa tidak cocok dengan kata yang dicari yaitu : نصر. Bahkan mungkin bisa keliru pada fi’il madi karena sama-sama tiga huruf.

2.      Tanda-Tanda
 *   : menunjukkan permulaan materi
أب
 
           
              : contoh                            : kata yang fa’ fiilnya hamzah, ain fiilnya ba’

 ج   : jamak taksir bermakna beberapa

م  : Muannats (perempuan)

0 komentar:

Poskan Komentar